BOJONEGORO (Rakyat Independen) - Program pelatihan kerja gratis bagi warga Kabupaten Bojonegoro oleh Disnakertransos (Dinas Tenaga Kerja, transmigrasi dan sosial) tahun 2015, oleh berbgai pihak dinilai berhasil. Sehingga di tahun 2016 ini, program tersebut dilanjutkan.
Hal itu, seperti halnya dengan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Kegiatan pelatihan diikuti 25 wanita dan bertempat di Balai Desa Ngujo, sejak Kamis (18/2/2016) hingga berakhir besok Senin (29/2/2016) mendatang.
Kegiatan pelatihan, kategori Program pelatihan garmen untuk dilatih menjahit saku dalam berbagai bentuk hingga bisa dengan jahitan yang rapi.
“Kegiatan pelatihan di Desa Ngujo, sebagai pelaksana LPK Clara Indah Sumberrejo. Kegiatan dilaksanakan selama 12 hari. Setelah kegiatan ini selesai, maka akan dilaksanakan ujian oleh BNSP,” kata instruktur pelatihan menjahit Siti Qoti’ah (33) didampingi asisten pelatih Indah Ayu Sulistyorini (21) menegaskan.
Kepala Desa Ngujo Ahmad Zainuddin saat dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro, karena mendapat kepercayaan untuk ditempati kegiatan pelatihan itu. Karena dengan kegiatan itu, warganya bisa menjahit sehingga bisa memberikan nilai tambah.
“Kursus menjahit bagi warga Ngujo sangat bermanfaat sekali. Karena dengan kursus itu, warganya bisa mengenal ketrampilan menjahit sehingga bisa menjadi bekal untuk bekerja di konfeksi. Atau jika sudah mahir mereka bisa membuka usaha sendiri atau yag biasa disebut wira usaha,” demikian disampaikan Ahmad Zainuddin.
Sementara itu, Kepala Disnakertarnsos Bojonegoro Adi Wijtaksono mengatakan, diadakannya pelatihan menjahit gratis oleh Pemkab Bojonegoro melalui Disnakertransos , bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada masyarakat dalam menghadapi Mea (Masyarakat Ekonomi Asean).
“Memberi pelatihan secara gratis kepada masyarakat dalam menghadapi MEA, juga bertujuan agar masyarakat Bojonegoro lebig produktif dan bisa wira usaha,” tegas Adi.
Data yang berhasil diperoleh dari Disnakertransos Bojonegoro bahwa, Pada tahun 2015 lalu, pelatihan yang telah digelar di Kabupaten Bojonegoro tercapai 13.221 pelatihan. Dari 23 jenis pelatihan yang diselenggarakan 11 diantaranya adalah jenis kompetensi yang mendapatkan sertifikat atau pengukuhan antara lain Cleaning Service, Las Listrik, produk hasil pertanian, Tata Boga, Servis AC. Operator Komputer, Garmen, Perhotelan, tata Rias dan Tukang serta pelatihan mesin produksi.
“Sedangkan untuk tahun 2016 ini, pemerintah mentargetkan kembali untuk menggelar pelatihan sekitar 6000 peserta,” kata Adi menegaskan. **(Kis/Agung MD).


